find use on :
Loxinic 15 dan 7,5
Senin, 01 Agustus 2011
Posting : Administrator
Kategori : Ethical - Dibaca : 1293 kali

ANTIRADANG - ANTIREUMATIK LOXINIC® Tablet mengandung Meloxicam yang merupakan obat Anti Inflamasi Non Steroid (NSAID) dari golongan asam enolat dengan cara kerja menghambat biosintesa prostaglandin, yaitu : suatu zat yang dikenal sebagai mediator peradangan, melalui penghambatan secara selektif terhadap enzym cyclooxygenase COX-2 daripada  COX-1, sehingga proses peradangan dapat dihambat tanpa menimbulkan efek samping di ginjal dan di lambung.

Meloxicam menunjukkan aktivitas antiinflamasi pada semua peradangan.

Komposisi :

Tiap tablet LOXINIC® 7,5 mengandung : Meloxicam 7,5 mg.

Tiap tablet LOXINIC® 15 mengandung : Meloxicam 15 mg.

Indikasi :

Osteoartritis dan reumatoid artritis.

 

Dosis :

Osteoartritis : 7,5 mg, sekali sehari. Bila perlu dosis dapat ditingkatkan sampai 15 mg, sekali sehari.

Reumatoid artritis : 15 mg, sekali sehari. Dosis dapat dikurangi sampai 7,5 mg/hari, tergantung respon klinis.

Untuk penderita dengan resiko tinggi  :  dosis awal 7,5 mg/hari.

Untuk penderita gagal ginjal berat  :  dosis tidak boleh lebih dari 7,5 mg/hari.

Kontra Indikasi :

- Pada penderita yang hipersensitif terhadap obat-obat antiinflamasi non steroid.

- Pada penderita dengan penyakit ginjal dan hati yang berat, ulkus peptik yang aktif dan perdarahan gastrointestinal atau pembuluh darah otak.

- Pada anak-anak dengan usia kurang dari 15 tahun.

- Jangan diberikan pada penderita yang mempunyai riwayat asma, polip hidung, edema angioneritis, atau urtikaria setelah pemberian asetosal atau obat NSAID lain.

- Wanita hamil dan menyusui.

 

Efek Samping :

- Sistem pencernaan : dyspepsia, mual, muntah, nyeri di perut, kembung, konstipasi, diare, stomatitis, dan esofagitis.

- Hematologi : gangguan jumlah sel darah, anemia, trombositopenia, dan leukositopenia.

- Reaksi kulit : urtikaria, rash, pruritus, reaksi fotosensitif.

- Reaksi hipersensitif : umumnya terjadi reaksi anafilaktik/anafilaktoid, kadang-kadang terjadi angioedema.

- Reaksi respirasi : serangan pertama dilaporkan dapat terjadi pada individu yang alergi terhadap asetosal atau obat NSAID lain.

- Susunan saraf pusat : kemungkinan terjadi kepala terasa ringan, sakit kepala, vertigo, tinitus, dan mengantuk.

- Sistem kardiovaskuler : edema dan edema pada tungkai bawah, peningkatan tekanan darah, palpitasi, dan flush mungkin terjadi selama pengobatan.
- Sistem genitourinary : kemungkinan dapat mengganggu hasil uji laboratorium fungsi ginjal, misalnya : meningkatnya kreatinin atau urea.
- Reaksi pada hepar : gangguan terhadap hasil tes fungsi hati, misalnya : peningkatan transaminase atau bilirubin.

Peringatan dan Perhatian :
- Hati-hati pemberian pada penderita dengan riwayat penyakit gastrointestinal, penurunan fungsi ginjal, kegagalan fungsi hati, dehidrasi, hipertensi, dan asma.
- Hati-hati pemberian pada orang tua dan penderita yang sedang diterapi dengan antikoagulan.
- Keamanan penggunaan pada anak-anak dan ibu menyusui : belum diketahui dengan pasti.
- Pemberian obat harus dihentikan bila terjadi tukak lambung atau perdarahan saluran pencernaan.
- Sebagaimana obat-obat yang termasuk golongan NSAID, pernah ada dilaporkan peningkatan transaminase dalam serum, peningkatan bilirubin dalam serum atau parameter lain fungsi hati, peningkatan serum kreatinin dan nitrogen serum urea maupun gangguan laboratorium lainnya.
- Induksi dari sodium, potassium, retensi cairan dan gangguan natriuretik dari diuretik dan kemungkinan akibatnya. Eksaserbasi dari kondisi penderita dengan gagal jantung atau hipertensi dapat terjadi dengan penggunaan NSAID.
- NSAID menghambat sintesa prostaglandin ginjal yang berperan dalam pemeliharaan perfusi ginjal, pada penderita dengan penurunan aliran darah dan volume darah ke ginjal.

Interaksi Obat :
- Antikoagulan oral, heparin, dan ticlopidine parenteral : meningkatkan resiko perdarahan, melalui penghambatan fungsi platelet dan kerusakan mukosa gastroduodenal.
- Obat-obat NSAID lain, termasuk salisilat dosis tinggi : pemberian obat NSAID bersama-sama, dapat meningkatkan resiko tukak dan perdarahan gastrointestinal, melalui efek sinergistik.
- Litium : NSAID meningkatkan kadar litium darah, yang dapat menyebabkan keracunan (menurunkan ekskresi ginjal terhadap litium).
- Methotrexate : meningkatkan toksisitas metotreksat dalam darah melalui penurunan renal clearance dengan obat antiinflamasi ginjal secara umum.
Kemasan :
LOXINIC® 7,5 : Box berisi 20 tablet (2 strip @ 10 tablet), No. Reg. : DKL0417808710A1
LOXINIC® 15 : Box berisi 20 tablet (2 strip @ 10 tablet), No. Reg. : DKL0417808710B1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Simpan di bawah 30OC.
Diproduksi oleh :
PT. Nicholas Laboratories Indonesia
Jakarta, Indonesia
1000031


47 Komentar :
KipAcariaiD - (25 Juni 2020 - 01:24:19 WIB)
AnnuaparfAI - (12 Juni 2020 - 06:30:11 WIB)
JanfaumbOW - (19 April 2020 - 14:27:53 WIB)
JanfaumbOW - (30 Maret 2020 - 04:43:26 WIB)
JanfaumbOW - (15 Maret 2020 - 11:04:04 WIB)

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

  • Mengapa Suplementasi Zat Besi Penting untuk tubuh kembang dan kecerdasan anak ???
  • Bion-C merupakan produk kecantikan
  • Dengan web mobile Kini Nicholas Laboratories Indonesia dapat dengan mudah diakses dimana saja.
  • Sering kali, banyak di antara kita mengabaikan bahaya dari makanan yang disantap.
  • Penyakit yang menyerang hati atau liver ini semakin berbahaya karena gejalanya tidak selalu tampak