find use on :
Nichospor
Sabtu, 15 Oktober 2011
Posting : Administrator
Kategori : Ethical - Dibaca : 1824 kali
Komposisi :
Tiap tablet NICHOSPOR® mengandung Alendronate sodium yang setara dengan Alendronate 10 mg.

Farmakologi :
Alendronate merupakan aminobisfosfonat yang terikat pada hidroksiapatit tulang dan secara khusus menghambat aktivitas osteoklas, suatu sel penyerap tulang. Alendronate mengurangi serapan tulang tanpa efek langsung pada pembentukan tulang, meskipun pada proses selanjutnya terjadi pengurangan, karena serapan tulang selalu berpasangan selama pergantian tulang. Jadi, Alendronate mengurangi ratio yang meningkat pada pergantian tulang yang terjadi pada wanita post menopause, mendekati seperti pada pra menopause.

Cara Kerja :
Pada tingkat seluler, Alendronate menempati lokasi istimewa pada tempat resorpsi tulang, khususnya di bawah osteoklas. Osteoklas biasanya menempel pada permukaan tulang, tetapi dengan berkurangnya daerah yang berkerut menunjukkan resorpsi yang aktif. Alendronate tidak mempengaruhi penambahan / penggabungan osteoklas, tapi menghambat aktivitas osteoklas.

Farmakokinetik :
Sehubungan dengan penyuntikan langsung ke dalam pembuluh darah (i.v.) pada dosis yang dianjurkan, rata-rata bioavailabilitas Alendronate per oral pada wanita adalah 0,7 % untuk dosis 5-40 mg bila diberikan setelah puasa semalam dan 2 jam sebelum makan pagi (sarapan). Bioavailabilitas oral tablet 10 mg pada pria (0,59 %) adalah sama dengan wanita (0,78 %) bila diberikan setelah puasa semalam dan 2 jam sebelum makan pagi (sarapan). Bioavailabilitas menurun (± 40 %) bila 10 mg Alendronate diberikan setengah atau satu jam sebelum sarapan pada wanita, bila dibandingkan dengan pemberian 2 jam sebelum makan. Bioavailabilitas tidak berarti bila Alendronate diberikan bersamaan atau sampai 2 jam setelah sarapan. Pemberian Alendronate bersama-sama dengan kopi atau sari jeruk akan menurunkan bioavailabilitas ± 60%.

Indikasi :
Alendronate sodium diindikasikan untuk pengobatan :
Osteoporosis pada wanita post menopause.
Osteoporosis dipastikan dengan adanya massa tulang yang rendah (misalnya : paling kurang 2 deviasi standar   di bawah rata-rata pra menopause) atau dengan adanya sejarah retak tulang.

Dosis :
Osteoporosis pada wanita post menopause :
Dosis yang dianjurkan : 10 mg, 1 kali sehari.
Alendronate sodium harus diminum satu setengah jam sebelum perut terisi atau menggunakan obat lain, bersama dengan air saja. Minuman lain (termasuk air mineral), makanan, dan beberapa obat-obatan mungkin akan menurunkan absorpsi obat ini. Menunggu kurang dari 30 menit atau melakukan pengobatan dengan makanan, minuman (kecuali air biasa) atau pengobatan lain, akan mengurangi efek Alendronate dengan menurunnya absorpsi ke dalam tubuh.
Untuk memudahkan pengiriman ke lambung dan mengurangi iritasi pada kerongkongan, obat ini sebaiknya diminum dengan segelas penuh air (± 170-230 g) dan penderita sebaiknya tidak berbaring selama sekurang-kurangnya 30 menit dan sampai setelah makan pertama pada hari tersebut.
Alendronate sodium sebaiknya tidak diberikan pada waktu tidur atau sebelum bangun, karena keadaan ini dapat meningkatkan resiko efek samping pada kerongkongan.
Penderita osteoporosis harus memperoleh kalsium yang memadai.
Tidak diperlukan penyesuaian dosis pada penderita lanjut usia atau pada penderita dengan kelainan ginjal ringan sampai sedang (creatinine clearance 35-60 ml / menit).

Kontra Indikasi :
- Hipersensitif terhadap komponen obat ini.
- Kelainan pada kerongkongan dengan lambatnya pengosongan, seperti striktur (penyempitan pembuluh) atau akalasia.
- Ketidakmampuan untuk berdiri atau duduk tegak selama sekurang-kurangnya 30 menit.
- Hipokalsemia.

Efek Samping :
Dalam penelitian klinis efek samping sehubungan dengan Alendronate, biasanya ringan dan pada umumnya tidak memerlukan penghentian pengobatan.
Pada penderita osteoporosis setelah menopause, efek samping yang biasanya terjadi adalah :
- Saluran pencernaan : nyeri lambung, mual, dispepsia, konstipasi, diare, kembung, regurgitasi (sendawa) asam, luka pada kerongkongan, muntah, disfagia, distansi (peregangan) lambung, gastritis.
- Muskuloskeletal : nyeri pada muskuloskeletal dan kram otot.
- Sistem saraf/psikiatri : sakit kepala dan pusing.
Kadang-kadang dapat terjadi rash dan eritemia.
 
Peringatan :
Seperti bisfosfonat lainnya, Alendronate dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir (mukosa) saluran pencernaan bagian atas. Dilaporkan terjadinya gangguan kerongkongan seperti esofagitis, radang kerongkongan dan erosi kerongkongan pada penderita yang diobati dengan Alendronate. Dalam beberapa kasus, dapat menjadi serius dan memerlukan perawatan di Rumah Sakit. Dokter sebaiknya waspada dengan adanya tanda-tanda atau gejala-gejala kemungkinan terjadinya reaksi pada kerongkongan dan penderita dianjurkan untuk menghentikan pengobatan dan mencoba pengobatan lain, bila mengalami disfagia (kesulitan menelan), adinofagia, dan nyeri di belakang tulang dada (retrostenal pain). Bahaya dari gangguan kerongkongan yang berat terjadi pada sebagian besar penderita yang berbaring setelah minum obat dan/atau yang minum obat tidak dengan segelas penuh air (± 170-230 g) dan/atau yang melanjutkan penggunaan Alendronate setelah adanya gejala iritasi kerongkongan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan petunjuk penggunaan obat yang benar dan dimengerti       oleh penderita.
Karena ada kemungkinan terjadi iritasi pada mukosa saluran pencernaan bagian atas oleh Alendronate, perlu diperhatikan pemberiannya pada penderita dengan gangguan saluran pencernaan bagian atas seperti pada disfagia, penyakit kerongkongan, gastritis, duodenitis, atau ulcer. Untuk memudahkan pemindahan ke lambung dan mengurangi iritasi kerongkongan, penderita dianjurkan untuk menelan NICHOSPOR® Tablet dengan segelas penuh air dan tidak berbaring selama sekurang-kurangnya 30 menit sampai setelah makan pertama pada hari tersebut. Penderita dianjurkan untuk tidak menggunakan NICHOSPOR® Tablet pada waktu akan tidur atau sebelum bangkit dari tidur karena hal itu akan meningkatkan iritasi kerongkongan.
Penderita yang mengalami gejala penyakit esophageal seperti sukar atau sakit waktu menelan, sakit pada tulang dada (retrostenal pain), peningkatan atau terjadinya sendawa, diharuskan menghentikan penggunaan NICHOSPOR® Tablet dan konsultasikan ke dokter.

Perhatian :
Umum : Alendronate tidak dianjurkan untuk penderita dengan gagal ginjal (creatinine clearance < 35 ml/menit).
Perlu diperhatikan penyebab osteoporosis selain kekurangan estrogen dan usia.
Hipokalsemia harus diobati terlebih dahulu sebelum memberikan pengobatan dengan Alendronate.
Gangguan lain dari metabolisme mineral (seperti kekurangan Vitamin D) juga harus diobati secara efektif.

Interaksi Obat :
Pemberian Ranitidine i.v. memperlihatkan bioavailabilitas ganda Alendronate per oral. Petunjuk yang berarti dari peningkatan bioavailabilitas ini dan apakah peningkatan yang sama akan terjadi pada penderita yang diberi             H2 antagonis oral, belum diketahui; tak ada penelitian interaksi obat spesifik yang dilakukan.
Produk-produk yang mengandung kalsium dan yang menyerupai kation multivalen lain akan mempengaruhi absorpsi Alendronate.
- Estrogen :
Dalam percobaan terhadap osteoporosis, beberapa wanita yang telah menopause diberikan estrogen      (intra vaginal, transdermal, atau oral) bersamaan dengan Alendronate. Tidak ada efek tambahan yang nyata dapat diidentifikasikan.
Penggunaan Alendronate bersamaan dengan terapi penggantian hormon dalam pengobatan osteoporosis pada wanita setelah menopause tidak dianjurkan, karena kurangnya penelitian.
- Tambahan kalsium / antasida :
Kemungkinan tambahan kalsium, antasida, dan beberapa pengobatan oral akan mempengaruhi absorpsi Alendronate. Oleh karena itu, penderita harus menunggu sekurang-kurangnya 30 menit setelah mendapat pengobatan, sebelum minum obat lain.
- Aspirin
Timbulnya keluhan pada saluran pencernaan bagian atas meningkat pada penderita yang menerima pengobatan dengan Alendronate < 10 mg / hari bersamaan dengan obat yang mengandung aspirin.
- Lain-lain :
Meskipun penelitian terhadap interaksi yang spesifik belum dilakukan, penggunaan Alendronate 10 mg / hari pada percobaan osteoporosis setelah menopause bersamaan dengan pemberian berjarak lama obat-obat umum yang diresepkan, tidak memperlihatkan adanya bukti reaksi tambahan. Obat-obat tersebut adalah dari golongan antasida, antikolinergik, campuran yang mengandung aspirin, benzodiazepin, beta-bloker, penghambat rantai kalsium, diuretik, penghambat sekresi asam lambung, glukokortikoid, antiinflamasi non steroid (NSAID), hipnotik sedatif, tiazid, hormon tiroid, vasokonstriktor, dan vasodilator.

Kemasan :
NICHOSPOR® Tablet  :  Box berisi 50 tablet (5 strip @ 10 tablet),  No. Reg.  : DKL9917808410A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Simpan di bawah 25OC.

Diproduksi oleh :
PT. Nicholas Laboratories Indonesia
Jakarta, Indonesia

060031 


72 Komentar :
StevriltAM - (03 Maret 2020 - 22:59:31 WIB)
LesQuiedabt - (29 Februari 2020 - 06:50:59 WIB)
StevriltAM - (29 Februari 2020 - 05:59:04 WIB)
LesQuiedabt - (11 Februari 2020 - 06:45:52 WIB)
LesQuiedabt - (07 Februari 2020 - 17:37:38 WIB)

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

  • Mengapa Suplementasi Zat Besi Penting untuk tubuh kembang dan kecerdasan anak ???
  • Bion-C merupakan produk kecantikan
  • Dengan web mobile Kini Nicholas Laboratories Indonesia dapat dengan mudah diakses dimana saja.
  • Sering kali, banyak di antara kita mengabaikan bahaya dari makanan yang disantap.
  • Penyakit yang menyerang hati atau liver ini semakin berbahaya karena gejalanya tidak selalu tampak